Seperti yang baru-baru terjadi dan ramai
diperbincangkan, kapal Vietnam bernomor lumbung KN 213 bertuliskan Viet Name Resources Surveilance membuat onar dengan menabrak kapal TNI AL
setelah melakukan manuver. Sudah tentu seremonial penenggelaman akan segera
dilangsungkan.
Entah apa yang ada dipikiran para pencuri ikan
dari daratan Vietnam, padahal dengan Indonesia memiliki julukan yang hampir
sama yaitu Rose untuk Vietnam dan Berflower untuk Indonesia – sama-sama
soal bunga.
Mungkin sakit hati menjadi salah satu alasan
kenapa kapal Vietnam berani-beraniya menabrak kapal TNI AL sekaligus mengusik
wilayah kekuasaan Susi Pudjiastuti. Bagaimana tidak? Dalam catatan kapal yang
sudah dan akan ditenggelamkan oleh menteri kita, sejak 2014 sampai sekarang,
jumlah kapal Vietnam yang paling banyak. Dalam rekam prestasi Susi sejak
Oktober 2014 sampai Agustus 2018 sudah sebanyak 276 kapal Vietnam ditenggelamkan.
Tentunya pada 4 Mei mendatang pasca kejadian tabrak lari, sebanyak 38 kapal
Vietnam akan kembali ditenggelamkan. Bahagianyaaa.
Jadi mau bagaimanapun alasannya jangan
sekali-kali membuat onar di wilayah kekuasaan menteri kesayangan akuh, jika tidak mau bernasib sama
dengan yang sudah-sudah. Saran saja bagi yang akan membuat onar di lautan Indonesia, sebaiknya harus berhenti pada tahap niat.
Bayangkan saja, menteri yang pernah mendapatkan
ucapan ’sadis’ dari Jokowi pada ulang tahunnya ke-50 ini memang benar-benar
sadis tanpa ampun. Tepatnya, pada 15 januari 2015 di Hotel Borobudur, Jokowi
mengatakan pencuri ikan tidak berani lagi berulah karena menterinya sadis.
Memang benar, setelah resmi menggantikan Sharif Cicip Sutarjo sampai Mei 2019
sudah 539 kapal yang bakal ditenggelamkan oleh Susi. Benar-benar amanjing.
Lebih jelasnya, 488 kapal sudah ditenggelamkan
Susi dari awal menjabat menjadi menteri sampai tahun 2018. Lebih lanjut pada
tahun ini ada 51 kapal yang akan ditenggelamkan, itu pun sebenarnya ada 80
kapal yang ditangkap. Walaupun 30 kapal belum memiliki kekuatan hukum dan bisa
bernapas lega karena tidak ditenggelamkan. Jadi, dalam kurun 52 bulan menjabat,
rata-rata 10 kapal setiap bulan sudah merasakan kekuatan Susi Pudjiastuti.
Selain itu, melihat idolaque diperbincangkan di media-media seperti melihat Madam Ching
dalam film Pirates Of The Caribbean,
dikenal dengan sebutan Nyonya Ching. Seorang bajak laut wanita yang kejam dan
ditakuti. Andai kata Susi Pudjiastuti adalah Madame Ching era now, saya jadi membayangkan dia berlayar
dengan bahtera yang lengkap dengan persenjataannya sambil minum teh hangat dan
siap menenggelamkan kapal yang bikin onar
di lautan Indonesia. Misalnya, ”Kapal itu warnanya jelek, tenggelamkan saja,”
tutur Susi setelah menyeruput teh dan mengucapkan selamat tinggal kepada kapal
yang akan ditenggelamkan di instastorinya.
Memanglah harus berhenti pada tahap niat memang
jika ingin membuat onar di lautan Indonesia. Pasalnya, pernah suatu
ketika mendekati pemilihan presiden, Susi akan menenggelamkan siapa saja yang
ribut karena pilpres. ”kalau disini ada yang berantem karena pilpres akan saya
tenggelamkan,” kata Susi di Festival Muara Baru Agustus tahun lalu.
Tidak ada duanya memang idolaque ini. Tidak seperti Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman,
Luhut Binsar Pandjaitan, yang hanya nyangkem
untuk memprotes keras atas insiden viral yang terjadi pada 27 april lalu, Susi
cukup memberikan kabar gembira penenggelaman kapal lewat kicauannya. Tidak juga
seperti sebelah hanya untuk melakukan pertemuan saja masih maju-mundur, Susi
tidak mengenal tahan apalagi mundur. Yang dia tahu kalau memang seharusnya, ya
pasti akan tenggelam indah pada waktunya. Cinta, deh.
Ah, siapa lagi yang layak menjadi saingan idolaque ini. Ketika entah itu Ahok,
Jokowi, ataupun Anies Baswedan kuwalahan mengatur
masalah air di jalanan Jakarta, lain cerita dengan Susi yang tidak perlu
bingung dengan muaranya air se-nusantara. Bahkan Susi pernah membuat keok Sandiaga Uno di Danau Sunter,
Jakarta. Di danau saja menang, apalagi hanya danau-danau musiman di Jakarta.
Kalau tidak percaya coba saja suruh entah itu Jokowi, Prabowo, Lord Amin atau
siapapun itu untuk lomba renang dengan Susi.
Susi for President
Sejak awal mendengar ada kisah tentang Susi
Pudjiastuti, saya langsung menjadi fans
beratnya. Pernah suatu ketika mengirim direct
message bu Susi untuk menyampaikan bahwa saya adalah penggemar beratnya dan
mendoakan kesehatannya – pastinya anda
tahu bahwa saya kurang kerjaan banget dan tidak akan mendapatkan balasan.
Walaupun seperti tidak ada alasan untuk berhenti menjadi penggemar Susi Pudjiastuti.
Pernah juga membayangkan bagaimana jadinya
ketika Susi menjadi presiden. Apalagi ternyata Susi pernah diisukan akan
dicalonkan menjadi calon wakil presiden ronde kedua Jokowi. Jika itu terjadi
siapapun pasangannya, Susi Pudjiastuti tetap pilihannya.
Lebih dari itu, saya membayangkan Susi tidak
hanya menjadi pendamping tapi calon presidennya. Dan sudah tentu ketika
terpilih pasti akan seru dan aman negara ini. Aparatur negara yang terbukti
melanggar hukum akan ditindak tegas (akan ditenggelamkan). Misalnya ada yang
korupsi langsung akan dijebloskan ke penjara tanpa ada kabar bahwa kemudian
hari ketahuan makan di warung nasi Padang.
Ah, sudahlah. Mungkin takdir Susi tetap menjadi
’bajak laut’ penjaga kedaulatan laut Indonesia dari ulah-ulah pembuat onar yang sekaligus penghuni kaffah
jahanam bersama monata umat dajjal dan penganut illuminati bermata satu.
Tidak sabar menanti indahnya bulan puasa
mendatang, sambil ngabuburit kita menyaksikan Susi Pudjiastuti menenggelamkan
kapal. Jadi, jangan bingung perkara siapa yang menang pilpres, ya.
Oh, iya. Sebelah lagi ramai ’ashiyap presiden’, mari bersama untuk ’ashiyap tenggelamkan’. ~
0 komentar:
Posting Komentar