Rabu, 01 Mei 2019

Susi Pudjiastuti Dulu, Lainnya Belakangan


Segala bentuk keributan yang terjadi di laut Indonesia jangan harap akan berakhir dengan happy ending atau tiba-tiba tidak terdengar lagi kabarnya. Ribut-ribut tersebut di bawah Prabowo Sandi di tangan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastusi, pasti akan ditenggelamkan sampai mampus dikoyak-koyak sepi dasar lautan.

Seperti yang baru-baru terjadi dan ramai diperbincangkan, kapal Vietnam bernomor lumbung KN 213 bertuliskan Viet Name Resources Surveilance membuat onar dengan menabrak kapal TNI AL setelah melakukan manuver. Sudah tentu seremonial penenggelaman akan segera dilangsungkan.

Entah apa yang ada dipikiran para pencuri ikan dari daratan Vietnam, padahal dengan Indonesia memiliki julukan yang hampir sama yaitu Rose untuk Vietnam dan Berflower untuk Indonesia – sama-sama soal bunga.

Mungkin sakit hati menjadi salah satu alasan kenapa kapal Vietnam berani-beraniya menabrak kapal TNI AL sekaligus mengusik wilayah kekuasaan Susi Pudjiastuti. Bagaimana tidak? Dalam catatan kapal yang sudah dan akan ditenggelamkan oleh menteri kita, sejak 2014 sampai sekarang, jumlah kapal Vietnam yang paling banyak. Dalam rekam prestasi Susi sejak Oktober 2014 sampai Agustus 2018 sudah sebanyak 276 kapal Vietnam ditenggelamkan. Tentunya pada 4 Mei mendatang pasca kejadian tabrak lari, sebanyak 38 kapal Vietnam akan kembali ditenggelamkan. Bahagianyaaa.

Jadi mau bagaimanapun alasannya jangan sekali-kali membuat onar di wilayah kekuasaan menteri kesayangan akuh, jika tidak mau bernasib sama dengan yang sudah-sudah. Saran saja bagi yang akan membuat onar di lautan Indonesia, sebaiknya harus berhenti pada tahap niat.

Bayangkan saja, menteri yang pernah mendapatkan ucapan ’sadis’ dari Jokowi pada ulang tahunnya ke-50 ini memang benar-benar sadis tanpa ampun. Tepatnya, pada 15 januari 2015 di Hotel Borobudur, Jokowi mengatakan pencuri ikan tidak berani lagi berulah karena menterinya sadis. Memang benar, setelah resmi menggantikan Sharif Cicip Sutarjo sampai Mei 2019 sudah 539 kapal yang bakal ditenggelamkan oleh Susi. Benar-benar amanjing.

Lebih jelasnya, 488 kapal sudah ditenggelamkan Susi dari awal menjabat menjadi menteri sampai tahun 2018. Lebih lanjut pada tahun ini ada 51 kapal yang akan ditenggelamkan, itu pun sebenarnya ada 80 kapal yang ditangkap. Walaupun 30 kapal belum memiliki kekuatan hukum dan bisa bernapas lega karena tidak ditenggelamkan. Jadi, dalam kurun 52 bulan menjabat, rata-rata 10 kapal setiap bulan sudah merasakan kekuatan Susi Pudjiastuti.

Selain itu, melihat idolaque diperbincangkan di media-media seperti melihat Madam Ching dalam film Pirates Of The Caribbean, dikenal dengan sebutan Nyonya Ching. Seorang bajak laut wanita yang kejam dan ditakuti. Andai kata Susi Pudjiastuti adalah Madame Ching era now, saya jadi membayangkan dia berlayar dengan bahtera yang lengkap dengan persenjataannya sambil minum teh hangat dan siap menenggelamkan kapal yang bikin onar di lautan Indonesia. Misalnya, ”Kapal itu warnanya jelek, tenggelamkan saja,” tutur Susi setelah menyeruput teh dan mengucapkan selamat tinggal kepada kapal yang akan ditenggelamkan di instastorinya.

Memanglah harus berhenti pada tahap niat memang jika ingin membuat onar  di lautan Indonesia. Pasalnya, pernah suatu ketika mendekati pemilihan presiden, Susi akan menenggelamkan siapa saja yang ribut karena pilpres. ”kalau disini ada yang berantem karena pilpres akan saya tenggelamkan,” kata Susi di Festival Muara Baru Agustus tahun lalu.

Tidak ada duanya memang idolaque ini. Tidak seperti Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, yang hanya nyangkem untuk memprotes keras atas insiden viral yang terjadi pada 27 april lalu, Susi cukup memberikan kabar gembira penenggelaman kapal lewat kicauannya. Tidak juga seperti sebelah hanya untuk melakukan pertemuan saja masih maju-mundur, Susi tidak mengenal tahan apalagi mundur. Yang dia tahu kalau memang seharusnya, ya pasti akan tenggelam indah pada waktunya. Cinta, deh.

Ah, siapa lagi yang layak menjadi saingan idolaque ini. Ketika entah itu Ahok, Jokowi, ataupun Anies Baswedan kuwalahan mengatur masalah air di jalanan Jakarta, lain cerita dengan Susi yang tidak perlu bingung dengan muaranya air se-nusantara. Bahkan Susi pernah membuat keok Sandiaga Uno di Danau Sunter, Jakarta. Di danau saja menang, apalagi hanya danau-danau musiman di Jakarta. Kalau tidak percaya coba saja suruh entah itu Jokowi, Prabowo, Lord Amin atau siapapun itu untuk lomba renang dengan Susi.

Susi for President

Sejak awal mendengar ada kisah tentang Susi Pudjiastuti, saya langsung menjadi fans beratnya. Pernah suatu ketika mengirim direct message bu Susi untuk menyampaikan bahwa saya adalah penggemar beratnya dan mendoakan kesehatannya –  pastinya anda tahu bahwa saya kurang kerjaan banget dan tidak akan mendapatkan balasan. Walaupun seperti tidak ada alasan untuk berhenti menjadi penggemar Susi Pudjiastuti.

Pernah juga membayangkan bagaimana jadinya ketika Susi menjadi presiden. Apalagi ternyata Susi pernah diisukan akan dicalonkan menjadi calon wakil presiden ronde kedua Jokowi. Jika itu terjadi siapapun pasangannya, Susi Pudjiastuti tetap pilihannya.

Lebih dari itu, saya membayangkan Susi tidak hanya menjadi pendamping tapi calon presidennya. Dan sudah tentu ketika terpilih pasti akan seru dan aman negara ini. Aparatur negara yang terbukti melanggar hukum akan ditindak tegas (akan ditenggelamkan). Misalnya ada yang korupsi langsung akan dijebloskan ke penjara tanpa ada kabar bahwa kemudian hari ketahuan makan di warung nasi Padang.

Ah, sudahlah. Mungkin takdir Susi tetap menjadi ’bajak laut’ penjaga kedaulatan laut Indonesia dari ulah-ulah pembuat onar yang sekaligus penghuni kaffah jahanam bersama monata umat dajjal dan penganut illuminati bermata satu.

Tidak sabar menanti indahnya bulan puasa mendatang, sambil ngabuburit kita menyaksikan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal. Jadi, jangan bingung perkara siapa yang menang pilpres, ya.
Oh, iya. Sebelah lagi ramai ’ashiyap presiden’, mari bersama untuk ’ashiyap tenggelamkan’. ~

0 komentar:

Posting Komentar