Selasa, 13 November 2018

Tips Murah dan Mudah Panning Fotografi



Dari sekian banyaknya teknik dalam fotografi, panning menjadi salah satu teknik dalam fotografi yang sedikit menantang. Selain karena butuh menyelaraskan objek yang akan difoto dengan pengaturan kamera yang sudah diatur sebelumnya. Dan kali ini saya akan membagikan tips murah dan mudah dalam panning fotografi, baik memakai lensa kit atau selain dari itu, tripod atau tidak, dan lain lain yang berhubungan. Namun, karena saya adalah canonian jadi untuk pengaturan segita anjing-anjingan akan saya sesuaikan dengan kamera Canon, tetapi secara garis besar tidak jauh berbeda.

Mungkin kita yang belum tahu akan bertanya tanya, bagaimana dalam sebuah foto seolah objek sedang bergerak, padahal tidak demikian, karena jika objek bergerak itu namanya vidio ya bosku. Langsung ke tips murah dan mudah.

Pengaturan Kamera
Sebenarnya untuk pengaturan tidak sulit, karena segitiga anjing-anjingan (iso, shutter speed, aperture) harus dalam kondisi seimbang. Namun, untuk shutter speed bisa dikatakan masuk dalam kategori slow speed. Idealnya untuk teknik ini biasanya saya menggunakan shutter speed 1/8 sampai 1/30, tergantung kecepatan dari objek yang akan kita foto. Dan jika kita memakai shutter rendah seperti itu untuk mendapatkan hasil foto yang tidak over exposure harus diimbangi dengan iso rendah dan aperture tinggi. Jika kamera kita iso terendah adalah 100, maka aperture yang kita atur untuk mendapatkan hasil yang ideal. Saran saja untuk penggunaan aperture kalau bisa hindari diatas f16, karena f19 sampai f22 atau lebih bisa mengurangi ketajaman dari foto. Intinya, atur sendiri lah ya bagaimana segitiga anjing-anjingannya, jika sudah memakai pengaturan 1/15 – 100 – 16 tapi masih terlalu terang, ya tunggu pas sedikit lebih gelap, sore misalnya.

Untuk hal-hal lain yang berbau pengaturan lainnya itu sesuai selera anda. Misalnya pemilihan picture style ataupun white balance (wb), tapi untuk wb saya sarankan pakai auto saja. Namun untuk matering mode saya sarankan menggunakan evaluation matering karena sensor dari kamera akan lebih menitik pusatkan pada salah satu titik pada objek, dan gunakan single shooting. Dan ini yang lebih penting, pastikan auto fokus dari kamera anda berfungsi dengan baik, karena dalam teknik ini sebelum mengambil gambar perlu mengunci objek terlebih dahulu dengan auto fokus.

Satu lagi, jika lensa anda kit 18-55 kalau bisa gunakan di focal leght 35 – 55, akan lebih baik lagi 55mm karena blur yang akan dihasilkan lebih asik daripada 18mm.

Berikut adalah saran pengaturan sesuai kecepatan objek
-          Kecepatan sepeda ontel (1/8 – 100 – 16)
-          Kecepatan motor 20 – 40km (1/20 – 100 – 14)
-          Kecepatan motor 40 – 60km (1/30 – 100 – 11)

pemilihan Backgroung dan Waktu

Pastikan survey terlebih dahulu tempat ketika ingin mulai beraksi, karena hal ini juga menentukan bagus atau tidaknya foto yang dihasilkan. Akan lebih baik jika kita memilih tempat yang tidak terlalu ramai agar foto lebih baik, tidak ada sampah yang mengotori hasil foto. Background juga mempengaruhi, karena ini akan memperlihatkan efek dalam foto panning. Pilihlah tempat atau jalan dengan latar yang baik misalnya gedung yang banyak warnanya, atau pepohonan juga tidak masalah. Dan saran dari saya pastikan penempatan objek dan jaraknya dengan background yang anda pilih cukup jauh, karena semakin jauh objek dengan latar tingkat blur atau bokeh semakin legit. Tapi jangan terlalu jauh juga, ya.

Sedangkan untuk waktu idealnya pagi sampai jam 9 dan sore dari pukul 3 sore. Jika lepas dari jam tersebut dan kondisi pencahayaan memungkinkan tidak masalah. Misalnya jam 12 siang kok mendung, ya tidak ada salahnya pada jam tersebut.

Alat Tambahan

Bagaimana dengan alat tambahan tambahan? Ah, manja! Tapi tidak masalah jika anda maksa karena memiliki tripod, filter, flash external, ataupun lensa selain bawaan pabrik. Sebenarnya alat tambahan memang menunjang hasil foto. Namun, dilain sisi akan semakin memanjakan kita dan kurang berpikir bagaimana menumbuhkan kreatifitas dari alat seadanya.

Memang tidak memungkiri menggunakan tripod lebih mudah daripada menggunakan tangan kosong, karena titik kunci objek sudah pasti. Namun, tidak sepenuhnya demikian, karena banyak dari teman-teman sesama hobi foto lebih suka tidak menggunakan tripod karena bisa lebih luwes. Kalau saya sih lebih suka tidak pakai, selain lebih menantang juga lebih asik aja. Toh niatnya motret kan mencari senang.

Sedangkan untuk tambahan lensa sendiri memang menggiurkan, apalagi lensa fix dengan f1.8, dari bukaan lebar tersebut bisa kita gunakan ketika memang benar-benar low light misalnya malam hari. Blur dan ketajaman objek yang dihasilkan dari lensa tersebut otomatis lebih daripada lensa bawaan pabrik. Apalagi misal anda memiliki lensa dengan focal leght lebih dari itu, misal 85mm, ataupun 55-250mm. Tapi terdapat kurangnya yaitu anda harus membidik dari jarak yang lebih jauh, dan otomatis anda harus mencari ruang gerak yang cukup lebar, misalnya persawahan.

Flash external? Jika anda memilikinya, boleh dipakai untuk perbandingan. Objek memang akan lebih tajam, itupun jika cahaya yang keluar tidak terhalang dengan objek lain, dan biasanya kendalanya jika penggunaan kurang tepat, cahaya dari flash akan dipantulkan lagi oleh objek, misalnya dari badan mobil, spion, atau helmnya. Saran saya untuk tidak menggunakan flash dari manapun.

Cara Pengambilan Gambar

Setelah pengaturan sesuai saran diatas maka anda sudah siap motret. Biasanya saya memakai live shoot, entah kenapa hasil kejut dari sensor kamera ke hasil foto lebih bagus daripada menggunakan view mode. Triknya seperti ini, menurut pengalaman saya mengunci objek dengan auto fokus untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak sampai satu detik. Jadi seperti ini, tentukan dimana objek akan ditampilkan dalam frame. Misalnya seperti ini, ada bagian a, b , dan c, sedangkan kita nantinya ingin menaruh objek di posisi b, maka diantara a dan b kita sudah mendapatkan fokus objek. Bisa juga kita sudah mendapatkan fokus objek di posisi a, dan ketika sampai b baru kita ambil gambarnya.

Persiapan Sebelum Motret

Sebelum berangkat dari rumah pastikan kamera dan unsurnya tidak ada kendala, batrai, memori, dan kameranya sendiri, ya. Usahakan anda berangkat sudah makan dan tidak ingin buang air besar karena ini sangat mengganggu. Dan bawalah bekal seperlunya karena mencari objek yang pas itu perlu waktu yang tidak sebentar.

Sesampainya ditempat pastikan anda berdoa terlebih dahulu agar lebih religius, dan posisikan diri anda ke tempat yang sudah disurvey sebelumnya. Buat diri anda nyaman dengan kegagalan-kegagalan awal dalam mengambil gambar, sampai anda mendapatkan foto yang diinginkan.
Jika ada yang kurang ataupun salah penyebutan istilah saya mohon maaf. Selamat Mencoba!



0 komentar:

Posting Komentar