Dari sekian banyaknya teknik dalam fotografi, panning menjadi salah satu teknik dalam fotografi yang sedikit menantang. Selain karena butuh menyelaraskan objek yang akan difoto dengan pengaturan kamera yang sudah diatur sebelumnya. Dan kali ini saya akan membagikan tips murah dan mudah dalam panning fotografi, baik memakai lensa kit atau selain dari itu, tripod atau tidak, dan lain lain yang berhubungan. Namun, karena saya adalah canonian jadi untuk pengaturan segita anjing-anjingan akan saya sesuaikan dengan kamera Canon, tetapi secara garis besar tidak jauh berbeda.
Mungkin
kita yang belum tahu akan bertanya tanya, bagaimana dalam sebuah foto seolah
objek sedang bergerak, padahal tidak demikian, karena jika objek bergerak itu
namanya vidio ya bosku. Langsung ke tips murah dan mudah.
Pengaturan Kamera
Sebenarnya
untuk pengaturan tidak sulit, karena segitiga anjing-anjingan (iso, shutter speed, aperture) harus
dalam kondisi seimbang. Namun, untuk shutter
speed bisa dikatakan masuk dalam kategori slow speed. Idealnya untuk teknik ini biasanya saya menggunakan shutter speed 1/8 sampai 1/30,
tergantung kecepatan dari objek yang akan kita foto. Dan jika kita memakai shutter rendah seperti itu untuk
mendapatkan hasil foto yang tidak over
exposure harus diimbangi dengan iso rendah dan aperture tinggi. Jika kamera kita iso terendah adalah 100, maka aperture yang kita atur untuk
mendapatkan hasil yang ideal. Saran saja untuk penggunaan aperture kalau bisa hindari diatas f16, karena f19 sampai f22 atau
lebih bisa mengurangi ketajaman dari foto. Intinya, atur sendiri lah ya
bagaimana segitiga anjing-anjingannya, jika sudah memakai pengaturan 1/15 – 100
– 16 tapi masih terlalu terang, ya tunggu pas sedikit lebih gelap, sore misalnya.
Untuk
hal-hal lain yang berbau pengaturan lainnya itu sesuai selera anda. Misalnya
pemilihan picture style ataupun white balance (wb), tapi untuk wb saya
sarankan pakai auto saja. Namun untuk matering
mode saya sarankan menggunakan evaluation
matering karena sensor dari kamera akan lebih menitik pusatkan pada salah
satu titik pada objek, dan gunakan single
shooting. Dan ini yang lebih penting, pastikan auto fokus dari kamera anda
berfungsi dengan baik, karena dalam teknik ini sebelum mengambil gambar perlu
mengunci objek terlebih dahulu dengan auto fokus.
Satu lagi,
jika lensa anda kit 18-55 kalau bisa gunakan di focal leght 35 – 55, akan lebih baik lagi 55mm karena blur yang
akan dihasilkan lebih asik daripada 18mm.
Berikut
adalah saran pengaturan sesuai kecepatan objek
-
Kecepatan
sepeda ontel (1/8 – 100 – 16)
-
Kecepatan
motor 20 – 40km (1/20 – 100 – 14)
-
Kecepatan
motor 40 – 60km (1/30 – 100 – 11)
pemilihan Backgroung dan Waktu
Pastikan
survey terlebih dahulu tempat ketika ingin mulai beraksi, karena hal ini juga
menentukan bagus atau tidaknya foto yang dihasilkan. Akan lebih baik jika kita
memilih tempat yang tidak terlalu ramai agar foto lebih baik, tidak ada sampah
yang mengotori hasil foto. Background juga
mempengaruhi, karena ini akan memperlihatkan efek dalam foto panning. Pilihlah tempat atau jalan
dengan latar yang baik misalnya gedung yang banyak warnanya, atau pepohonan
juga tidak masalah. Dan saran dari saya pastikan penempatan objek dan jaraknya
dengan background yang anda pilih
cukup jauh, karena semakin jauh objek dengan latar tingkat blur atau bokeh
semakin legit. Tapi jangan terlalu jauh juga, ya.
Sedangkan
untuk waktu idealnya pagi sampai jam 9 dan sore dari pukul 3 sore. Jika lepas
dari jam tersebut dan kondisi pencahayaan memungkinkan tidak masalah. Misalnya
jam 12 siang kok mendung, ya tidak ada salahnya pada jam tersebut.
Alat Tambahan
Bagaimana
dengan alat tambahan tambahan? Ah, manja! Tapi tidak masalah jika anda maksa
karena memiliki tripod, filter, flash external, ataupun lensa selain bawaan
pabrik. Sebenarnya alat tambahan memang menunjang hasil foto. Namun, dilain
sisi akan semakin memanjakan kita dan kurang berpikir bagaimana menumbuhkan
kreatifitas dari alat seadanya.
Memang
tidak memungkiri menggunakan tripod lebih mudah daripada menggunakan tangan
kosong, karena titik kunci objek sudah pasti. Namun, tidak sepenuhnya demikian,
karena banyak dari teman-teman sesama hobi foto lebih suka tidak menggunakan
tripod karena bisa lebih luwes. Kalau saya sih lebih suka tidak pakai, selain
lebih menantang juga lebih asik aja. Toh niatnya motret kan mencari senang.
Sedangkan
untuk tambahan lensa sendiri memang menggiurkan, apalagi lensa fix dengan f1.8,
dari bukaan lebar tersebut bisa kita gunakan ketika memang benar-benar low light misalnya malam hari. Blur dan
ketajaman objek yang dihasilkan dari lensa tersebut otomatis lebih daripada
lensa bawaan pabrik. Apalagi misal anda memiliki lensa dengan focal leght lebih dari itu, misal 85mm,
ataupun 55-250mm. Tapi terdapat kurangnya yaitu anda harus membidik dari jarak
yang lebih jauh, dan otomatis anda harus mencari ruang gerak yang cukup lebar,
misalnya persawahan.
Flash external? Jika anda memilikinya, boleh dipakai untuk
perbandingan. Objek memang akan lebih tajam, itupun jika cahaya yang keluar
tidak terhalang dengan objek lain, dan biasanya kendalanya jika penggunaan
kurang tepat, cahaya dari flash akan dipantulkan lagi oleh objek, misalnya dari
badan mobil, spion, atau helmnya. Saran saya untuk tidak menggunakan flash dari
manapun.
Cara Pengambilan Gambar
Setelah
pengaturan sesuai saran diatas maka anda sudah siap motret. Biasanya saya
memakai live shoot, entah kenapa
hasil kejut dari sensor kamera ke hasil foto lebih bagus daripada menggunakan view mode. Triknya seperti ini, menurut
pengalaman saya mengunci objek dengan auto fokus untuk mendapatkan hasil yang
maksimal tidak sampai satu detik. Jadi seperti ini, tentukan dimana objek akan
ditampilkan dalam frame. Misalnya seperti ini, ada bagian a, b , dan c,
sedangkan kita nantinya ingin menaruh objek di posisi b, maka diantara a dan b
kita sudah mendapatkan fokus objek. Bisa juga kita sudah mendapatkan fokus
objek di posisi a, dan ketika sampai b baru kita ambil gambarnya.
Persiapan Sebelum Motret
Sebelum
berangkat dari rumah pastikan kamera dan unsurnya tidak ada kendala, batrai,
memori, dan kameranya sendiri, ya. Usahakan anda berangkat sudah makan dan
tidak ingin buang air besar karena ini sangat mengganggu. Dan bawalah bekal
seperlunya karena mencari objek yang pas itu perlu waktu yang tidak sebentar.
Sesampainya
ditempat pastikan anda berdoa terlebih dahulu agar lebih religius, dan
posisikan diri anda ke tempat yang sudah disurvey sebelumnya. Buat diri anda
nyaman dengan kegagalan-kegagalan awal dalam mengambil gambar, sampai anda
mendapatkan foto yang diinginkan.
Jika ada
yang kurang ataupun salah penyebutan istilah saya mohon maaf. Selamat Mencoba!

0 komentar:
Posting Komentar