
Ketika
manusia lahir ke dunia, membawa berbagai hal. Diantaranya sebuah masalah,
harapan, ataupun sebuah tujuan. Manusia yang telah lahir ke bumi menunjukan
sifat dasar mereka yang tergambar dari tubuhnya.
Tangan
manusia yang baru lahir menggenggam erat, seakan ia ingin menguasai apa saja
yang ada dibumi ini, kepalan tangan yang berambisi. Kaki yang menendang nendang
seakan dialah yang berkuasa, yang paling atas, dan yang paling bebas.
Dia juga
datang dengan membawa dua hal yang tidak dapat diganggu gugat, yang petama
ialah, manusia sebagai makhluk individu, dan manusia sebagai makhluk social. Dia
bebas dalam menentukan apa yang akan dijalaninya, yang ia anggap baik buat
dirinya, dalam hal apapun mengenai dia sebagai makhluk individu. Kedua,
mengenai salah satu sifat manusia yang selalu ingin bergaul dengan manusia
lain, manusia yang membutuhkan manusia lain.
Hanya
manusia yang sadar akan keterbatasan pada dirinya sendiri, sehingga membutuhkan
orang lain, bukan manusia yang manganggap dirinya sebagai dewa, sehingga semua
ada pada kehendaknya, sehingga tidak membutuhkan orang lain.
Tidak bisa
dipungkiri makhluk yang menyandang gelar manusia di bumi, memiliki sifat dan
karakter ketika baru pertama kalinya menghirup udara bumi. Feodalisme, ambisi
yang menggebu, keserakahan, saling gigit, kebebasan tiada tara dalam hidupnya.
Yang penting dia senang dan menang.
Namun apakah
seperti itu manusia yang katanya pilihan tuhan, memiliki tugas untuk mengelola
bumi. Kenapa manusia yang tercipta dari tanah, sari tanah
yang menjadi seperma, dan segumpal darah. Tercipta dari bahan yang hina. kenapa bukan Malaikat saja yang memiliki
sayap, atau Syaiton yang tegas karna dia dari api. Dan apakah manusia tidak
memiliki tugas, ataupun tidak memiliki tujuan yang telah ditentukan oleh tuhan.
Tapi apakah
orang yang menebangi hutan atas dasar kebebasan, pantas disebut sebagai
manusia, apakah orang yang memperkosa hak orang lain pantas dikatakan manusia,
apakah orang yang menjadikan dirinya menjadi Syaitan pantas dikatakan manusia,
dan apakah orang yang ingin menjadi tuhan pantas dikatakan manusia. Dan masih
banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban.
Walaupun
penuh dengan kesalahan, tapi memang itulah mengapa manusia turun ke bumi,
ketika manusia tidak melakukan kesalahan maka akan selamanya di syurga.
Sehingga orang paling hebat nomor 1 didunia berkata, bahwa manusia itu
tempatnya salah dan lupa.
Makhluk yang
lebih unggul dari malaikat ataupun syaitan bukan karna wujud wisiknya, dari
mana dia diciptakan, namun siapakah yang lebih siap dan mampu untuk menjadi
pengelola bumi. Hanya unggul dalam satu bidang manusia bisa menjadi malaikat
ataupun syaitan. Yaitu dengan pikiran mereka, bukan hanya akal ataupun nafsu
yang dia punya, melainkan memperpadukan dua hal yang saling bertentangan namun
berjalan beriringan.
sehingga
memiliki tanggungan lebih, tapi tuhan berbaik hati dengan menjadikan malaikat
dan syaitan sebagai budak dari manusia. Ketika manusia bisa melaksanakan tugas
itu maka dia akan mendapatkan syurga (keberhasilan), namun jika gagal maka akan
mendapatkan neraka (kegagalan). Dan tugasnya hanya satu, hanya untuk beribadah
kepada yang maha kuasa.
Bisa
disimpulkan bahwa, manusia yang melakukan apapun berbagai hal atas dasar
kebebasan berarti belum paham akan tugasnya. Belum paham akan diri dan
kodratnya. Dan dapat dipastikan kelak ketika telah menghembuskan nafas
terahirnya, kepalan tanganya akan memudar, membuka lebar, tidak seperti ketika
dia lahir ke dunia. Jangan menendang, bergerak saja tidak akan mungkin terjadi.
Penyesalan
yang begitu dalam dirinya, membuat dirinya dilingkupi dalam keheningan,
kesunyian, sampai apa kata tuhan pada dirinya. Tapi sempat saja dia berkata
kepada tuhan untuk menghidupkan dirinya lagi kebumi, dan berjanji akan lebih
baik dari sebelumnya.
Hidup itu
seperti bendera perang, kadang berdiri tegak menantang, kadang juga terjatuh,
kadang juga kotor dan hampir jatuh ke tangan lawan. Namun harus tetap
dipertahankan sampai ke tangan tuhan.
Real
BalasHapus