(Gambar hanya Ekspetasi dari Google).
Perkenalkan, nama saya Universitas Trunojo Madura. Jangan cuma
dikenal ya, tapi mohon untuk dikenal. Karena, masih banyak yang tidak tahu nama
saya. Kalau ada yang tanya ya dijawab dengan bijaksana, bangga, dan tegas “Ada
satu – satunya kampus negeri di Madura”. Tak lupa jangan tinggalkan senyum dan
jari metal menyilang ketika menjawabnya ya. Kalau ada yang belum tahu ya
dikasih tahu, sedangkan kalau kamu yang belum tahu ya tanya temanmu. Walaupun
temanmu juga belum tahu. Semoga berhadiah!
Tepat pada tanggal 5 Juli 2001 saya merubah nama. Entah
karena saya tidak kuat membawa nama atau saya menginginkan nama yang lebih
keren (Sambil menyilangkan jari metal). Ya maklumlah, saya merubah nama
lantaran mau diterima menjadi pegawai negeri. Sebelum tahun itu nama saya
Universitas Bangkalan. Namun, semua menjadi berubah ketika tukang bubur sudah
bosan naik haji, eh salah. Ketika KH. Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan
Presiden (Keppres) no 85 tahun 2001. Setelah itu pada tanggal 23 Juli saya
mengadakan syukuran karena telah resmi menjadi “Satu – satunya kampus negeri di
Madura”. Eciyee!
Untuk tempat tinggal tak jauh dari pusat kota Bangkalan kok,
hanya 15 kilometer. Kalau mau lebih
dekat kamu bisa datang dari pelabuhan Kamal yaitu 5 kilometer saja. Silahkan pilih
sendiri mau datang dari arah mana. Nanti kalau sudah sampai pertigaan kampus
bisa langsung belok saja, lebih tepatnya kanan jalan kalau dari arah Kamal dan
kiri jalan kalau dari arah Bangkalan. Nanti akan terlihat samar dan bokeh (Blur)
pada gapura Alumunium yang telah dimakan zaman. Kalau sudah meliha gapura itu
berhenti dulu, lihat baik – baik gapura Alumunium itu, kalau masih bagus
berarti anda salah jalan. Sedangkan kalau jelek anda bisa melanjutkan
perjalanan dengan menggunakan Becak Motor di sekitar situ, murah kok, Cuma 5
ribu untuk sampai kampus. *Untuk yang bawa motor sendiri saran ini jangan
dilakukan ya, apalagi kalau anda datang dengan menggunakan mobil. Bisa kebayang
kan gimana jadinya kalau motor atau mobilmu dinaikin becak. Pokoknya jangan!
Nah, setelah saran dilakukan atau tidak nanti anda bisa
berhenti ketika melihat gerbang kampus, kampus apa? “Kampus negeri di Madura”.
Betul sekali! Kalau anda ingin masuk untuk hari Senin sampai Jumat anda bisa
lewat gerbang masuk, tepatnya lurus sedikit dari pemberhentian anda saat itu.
kalau sudah masuk nanti saya akan menceritkan kepada anda betapa kecenya kampus
saya.
Pertama nanti kita akan memulai dari gerbang kampus utama
(?). Gerbang ini berfungsi banyak ya, salah satunya agar tidak ada Banteng yang
masuk sembarangan dalam kampus. Tapi, yang paling dominan yaitu untuk keluar
atau masuknya kendaraan, orang, sampah, angin, debu dan lainya seperti pocong
kalau mau masuk. Keren kan! Tidak udah tepuk tangan dulu, itu kan dari sisi
baiknya. Kalau dari sisi kurang baik sejujurnya gerbang ini tidak sekece kampus
yang lain, terlebih sekelas kampus negeri dan satu – satunya kampus negeri di
madura. Lihat saja, itu tulisan nama saya sudah ada huruf yang copot, warnanya
juga sudah kusam. Pernah juga ada guru besar UI yang datang kepada saya dan
berkata seperti ini “Gerbang kok kayak gitu?”. Dalam hati ini menangis kalau
mendengar kata – kata itu, tapi mau bagaimana lagi. Padahal saya hanya ingin
menunjukan kesederhanaanya saya. Toh, saya juga tidak peduli terlalu memakai
kata orang jawa “Ajine rogo saking busono”.
“Oke, sampai sini ada yang ingin ditanyakan? Sebelum saya
lanjut ke bagian lain”.
“Tolong ceritakan Rektorium!”.
“Kenapa harus Rektorium dulu?”.
“Penasaran saja. Masalahnya dari kejauhan bisa terlihat”.
Sambil jalan aku becerita dengan menghindari mulut yang
berbusa ...
Ya, tau lah apa dari fungsi gedung rektorat. Disana ya
tempat berkumpulnya para Rektor, untuk masalah gedung yang bisa terlihat dari
jauh itu bentuk dari kesederhanaan saja.
“Gerbangnya kok jelek?”.
Ya, langsung saja ini ruang Audit (pengalihan). Selain untuk
pascasarjana juga biasa ditempati berbagai kegiatan mahasiswa. Kemudia depan
sana nanti kita akan menemui Masjid dan Sekret bersama (Sekber). Masjid saya
selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang berbau ibadah. Untuk yang beragama
kristen gerejanya ada diluar kampus. Sejujurnya saya juga mengakui kalau masjid
ini kurang memberikan daya tarik untuk mendatanginya. Saya berpikir kalau
nyaman atau tidaknya kan tergantung individu masing - masing. Sedangkan sebelah
sana (menunjuk sekber) adalah wadah kreatifitas mahasiswa, atau yang biasa
disebut Unit Kegiatan Mahasiswa. Ada beberapa UKM disana. Namun, bukanya saya
mau rasis tapi UKM yang paling “wah”
disana adalah Lembaga Pers Mahasiswa Sepirit Mahasiswa (LPM SM). Takbir!
Sambil mengendarai Pazero Spot nanti anda akan saya ajak
berkeliling ke fakultas fakultas. Lurus dari masjid juga bisa, nanti anda akan
melihat gedung yang “Katanya Hits” dikalangan mahasiswa. Gedung itu sering
dipakai untuk berfoto, ataupun kegiatan penting dan tidak penting lainya.
Sering kali gedung ini dipakai untuk berbagai acara misalnya, Wisuda, Ospek,
ataupun acara – acara yang lain. Gedung pertemuan namanya.
Kemudian, fakultas yang mau saya ceritakan terlebih dahulu
adalah fakultas Ekonomi. Maaf untuk saat ini saya tidak bisa menunjukan foto
gedungnya, yang bisa saya tunjukan cuma foto lahan kosong yang di uruk seperti
arena motorcross. Tapi rencanya sudah ada kok, santai saja pasti berdiri kok
gedungnya.
“Terus anak Ekonomi kuliah dimana?”.
“Hehehe masih numpang sama fakultas yang lain”.
Lah, yang ini fakultas Hukum. Bangunanya masih aga baru
walaupun Acnya nggak terlalu adem.
Ya, ada yang bilang KW juga tidak masalah. Toh, kita belinya tidak KW, mungkin
cuma sedikit murah saja. Gedung ini khusus ditempati sama mahasiswa jurusan
Ilmu Hukum saja.
“Sebelah kanan fakultas hukum itu fakultas keislaman. Depan
ini gedung Cakra. Sedangkan bangunan itu (sebelah kiri cakra) adalah asrama
mahasiswa. Biasa ditempati untuk mahasiswa yang ingin tinggal di asrama”. Ya
iya lah.
Capek saya kalau membahas gedung yang ada di kampus. Saya
juga malu dengan segala kekurangan yang ada. Toh, saya juga masih dalam tahap
pembangunan sarana prasarana. Mending saya langsung menceritakan dosen yang
ada.
Secara keseluruhan dosen yang ada disini layaknya manusia
biasa. Yang memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan. Namun, ada yang berbeda
dengan apa yang TV itu. sering saya melihat kalau dosen yang datang ke kelas cuma
menerangkan sedikit, memberikan tugas, lalu pergi. Kalau disini natabene
menggunakan sistem ceramah untuk menerangkan materi kepada mahasiswa. Tidak
tahu juga apa cuma saya yang mengalami hal demikian. Entah!
Kalau mahasiswanya tidak mau kalah dengan yang lain.
Walaupun dari kalangan manusia biasa tapi kritisnya minta ampun, wc kekunci ada
demo. Apalagi kalau tidak ada transparansi dana pasti mahasiswa sudah berdemo
kayak minta sumbangan. Kadang miris juga kalau saya yang terletas mevet dengan
sawah di demo dimintai transparansi. Tidak cuma kritis pada hal itu saja. Pada hal
lainya juga banyak yang tidak bisa saya sebut semua. Sedangkan untuk
membuktikan seberapa kritis mahasiwa saya atau mahasiswa anda kita bisa
mengadakan lomba menyanyi, atau lomba fultsal.
Selanjutnya masalah penjaga kantin. Secara keseluruhan tidak
ada yang cantik ataupun ganteng seperti pada film Boy Si Anak Jalanan. Namun,
orangnya baik hati, ramah, dan blablabla. Ya, ada satu lagi. Masakanya tidak
ada yang tidak enak, anda bisa membuktikanya kalau anda sedang lapar laparnya.
Kemudian untuk satpam. Satpam tidak terlalu banyak. Jadi,
anda bisa membuat rencana seperi pada Mission Imposible kalau anda ingin
mencuri lambang kebanggaan saya. Tapi, hati hati jangan sampai anda kebacok
celurit satpam ya. Hehehehe.
Selain kedua orang tidak terlalu penting itu saya akan
menceritakan dua orang lagi yang tidak lebih penting dari kedua orang tadi.
Yang pertama, si bapak penjual Cilok. Bapaknya keren, tidak pernah meninggalkan
style kaos old School dan celana joger pantsnya, walaupun belinya di pasar
dengan harga penawaran sampai titik napas penghabisan. Bapak ini sering
dikerubungi sama banyak mahasiswa, cewek ataupun cowok pun nempel ke bapak ini,
bukan karena baunya yang tidak enak atau karena kegantenganya. Tapi karena pada
antri untuk membeli Ciloknya. Selamat mencoba! Hehehe.
Syahdan, bapak si penjual buah depan RKB. Bapak dengan motor
oplet dan kesederhanaanya ini selalu
datang dan pergi sesuai jadwalnya. Pagi ia sudah datang dan malam dia pergi
dengan buah yang hampir seluruhnya terjual. Ketika iya pulang akan terlihat
muka lusuh dan kenalpot yang memuntahkan O2, CO2, O3, H2O dan lain sebainya.
Sungguh mulia bapak itu. Maksudnya?
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Untuk masalah
spesifikasinya bisa datang langsung ke Universitas Trunojoyo Madura. Dan nikmati
segala promo yang ditawarkan. Segara hubungi nomor 097869654219 kalau anda
berminat. (maksudnya?).
Hahaha setuju aku.
BalasHapusItu loh, wajah yang melahirkan beribu rupa yang waktu entah akan jadi apa.
Semoga Allah memberkahi semua.
Gerbang mewah, masjid jamil thoyyib wa parkiran adem jian.
Takbir. hahahaha
Hapus