Jumat, 02 Desember 2016

ADAM

Image result for positive negative Kala dirimu telah terbentuk, telah berwujud, eksistensialisme yang melekat pada dirimu, didasarkan pada esensialisme yang datang lebih dulu, sesuai dengan kehendak tuhan kepadamu. Ingatkah kau Adam, ingatlah pada malamu yang sunyi saat ini, ingatlah siapa saja yang telah kau korbankan Adam, hanya untuk eksistensimu.

Owalah Adam Adam, ingatkah ketika Api dan Cahaya tunduk kepadamu, hanya untuk eksistensimu, eksistensi mereka juga ada lebih dulu dari pada engkau Adam, bahkan Api yang mampu membakarmu dibuang saat ia tak mau tunduk dan sujud dihadpanmu.

Oh Adam, betapa mulianya engkau yang tercipta hanya dari harta rampasan. Alam yang diciptakan hanya untuk pelengkap akan eksistensimu, surga milikmu dam Adam. Hakikat hidup memang sendiri, mengapa engkau harus berkata kepada tuhan, "Tuhanku ciptakanlah seorang pasangan yang akan menemaniku", lantas tuhan mengambil bagian dari tulang rusukmu, dan Hawa pun datang menemani harimu menikmati surga yang sebenarnya bisa kau nikmati sendiri.

Waktu berjalan dengan semestinya, dengan berbagai macam rasa telah kau rasakan. Sampai suatu saat kau rela melawan prinsip yang diberikan tuhan kepadamu, kenapa dam, kenapa kau melakukanya, kenapa kau bisa kalah dan runtuh dengan insan yang hanya diciptakan dari sebagian tulang rusukmu. Sekarang kau tau, kau tidak diterima disurga. Tuhan menurukanmu ke awal dimana kau diciptakan.

Kau dimana, dan Hawa dimana. Empat puluh tahun lamanya engkau terpisah dengan Hawa, entar berantah tanpa arah. Hingga engkau bertemu dengan hawa dan memiliki keturunan pelanjut berbagai macam tingkah dan lakumu, yang akan menghuni bumi.

Untung saat itu hanya Hawa sosok wanita yang ada dibumi, bagaimana jadinya jika ada sosok lain, apakah kau tetap akan mencari hawa. dan untungnya juga sosok pria saat itu hanya engkau, bagaimana jadinya ada sosok pria lain dan ketemu dengan hawa, apakah dia akan tetap mencarimu. Tuhan memang selalu memiliki rahasia yang baik.

Adam, Adam, makasih sangat kami haturkan kepadamu, terlebih kepada Dzat yang menciptakan eksistensialismu. Kau torehkan kejadian itu dan kamipun melakukan hal yang sedemikian rupa. Dan saya hanya berdoa semoga kami semua bisa sepertimu, seperti tajuk tuhan yang telah direncanakan.

0 komentar:

Posting Komentar