Jumat, 31 Maret 2017

Mohon Dikenal! Saya UTM

 (Gambar hanya Ekspetasi dari Google).
Perkenalkan, nama saya Universitas Trunojo Madura. Jangan cuma dikenal ya, tapi mohon untuk dikenal. Karena, masih banyak yang tidak tahu nama saya. Kalau ada yang tanya ya dijawab dengan bijaksana, bangga, dan tegas “Ada satu – satunya kampus negeri di Madura”. Tak lupa jangan tinggalkan senyum dan jari metal menyilang ketika menjawabnya ya. Kalau ada yang belum tahu ya dikasih tahu, sedangkan kalau kamu yang belum tahu ya tanya temanmu. Walaupun temanmu juga belum tahu. Semoga berhadiah!

Tepat pada tanggal 5 Juli 2001 saya merubah nama. Entah karena saya tidak kuat membawa nama atau saya menginginkan nama yang lebih keren (Sambil menyilangkan jari metal). Ya maklumlah, saya merubah nama lantaran mau diterima menjadi pegawai negeri. Sebelum tahun itu nama saya Universitas Bangkalan. Namun, semua menjadi berubah ketika tukang bubur sudah bosan naik haji, eh salah. Ketika KH. Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) no 85 tahun 2001. Setelah itu pada tanggal 23 Juli saya mengadakan syukuran karena telah resmi menjadi “Satu – satunya kampus negeri di Madura”. Eciyee!

Untuk tempat tinggal tak jauh dari pusat kota Bangkalan kok, hanya 15  kilometer. Kalau mau lebih dekat kamu bisa datang dari pelabuhan Kamal yaitu 5 kilometer saja. Silahkan pilih sendiri mau datang dari arah mana. Nanti kalau sudah sampai pertigaan kampus bisa langsung belok saja, lebih tepatnya kanan jalan kalau dari arah Kamal dan kiri jalan kalau dari arah Bangkalan. Nanti akan terlihat samar dan bokeh (Blur) pada gapura Alumunium yang telah dimakan zaman. Kalau sudah meliha gapura itu berhenti dulu, lihat baik – baik gapura Alumunium itu, kalau masih bagus berarti anda salah jalan. Sedangkan kalau jelek anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Becak Motor di sekitar situ, murah kok, Cuma 5 ribu untuk sampai kampus. *Untuk yang bawa motor sendiri saran ini jangan dilakukan ya, apalagi kalau anda datang dengan menggunakan mobil. Bisa kebayang kan gimana jadinya kalau motor atau mobilmu dinaikin becak. Pokoknya jangan!

Nah, setelah saran dilakukan atau tidak nanti anda bisa berhenti ketika melihat gerbang kampus, kampus apa? “Kampus negeri di Madura”. Betul sekali! Kalau anda ingin masuk untuk hari Senin sampai Jumat anda bisa lewat gerbang masuk, tepatnya lurus sedikit dari pemberhentian anda saat itu. kalau sudah masuk nanti saya akan menceritkan kepada anda betapa kecenya kampus saya.

Pertama nanti kita akan memulai dari gerbang kampus utama (?). Gerbang ini berfungsi banyak ya, salah satunya agar tidak ada Banteng yang masuk sembarangan dalam kampus. Tapi, yang paling dominan yaitu untuk keluar atau masuknya kendaraan, orang, sampah, angin, debu dan lainya seperti pocong kalau mau masuk. Keren kan! Tidak udah tepuk tangan dulu, itu kan dari sisi baiknya. Kalau dari sisi kurang baik sejujurnya gerbang ini tidak sekece kampus yang lain, terlebih sekelas kampus negeri dan satu – satunya kampus negeri di madura. Lihat saja, itu tulisan nama saya sudah ada huruf yang copot, warnanya juga sudah kusam. Pernah juga ada guru besar UI yang datang kepada saya dan berkata seperti ini “Gerbang kok kayak gitu?”. Dalam hati ini menangis kalau mendengar kata – kata itu, tapi mau bagaimana lagi. Padahal saya hanya ingin menunjukan kesederhanaanya saya. Toh, saya juga tidak peduli terlalu memakai kata orang jawa “Ajine rogo saking busono”.

“Oke, sampai sini ada yang ingin ditanyakan? Sebelum saya lanjut ke bagian lain”.
“Tolong ceritakan Rektorium!”.
“Kenapa harus Rektorium dulu?”.
“Penasaran saja. Masalahnya dari kejauhan bisa terlihat”.

Sambil jalan aku becerita dengan menghindari mulut yang berbusa ...
Ya, tau lah apa dari fungsi gedung rektorat. Disana ya tempat berkumpulnya para Rektor, untuk masalah gedung yang bisa terlihat dari jauh itu bentuk dari kesederhanaan saja.

“Gerbangnya kok jelek?”.

Ya, langsung saja ini ruang Audit (pengalihan). Selain untuk pascasarjana juga biasa ditempati berbagai kegiatan mahasiswa. Kemudia depan sana nanti kita akan menemui Masjid dan Sekret bersama (Sekber). Masjid saya selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang berbau ibadah. Untuk yang beragama kristen gerejanya ada diluar kampus. Sejujurnya saya juga mengakui kalau masjid ini kurang memberikan daya tarik untuk mendatanginya. Saya berpikir kalau nyaman atau tidaknya kan tergantung individu masing - masing. Sedangkan sebelah sana (menunjuk sekber) adalah wadah kreatifitas mahasiswa, atau yang biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa. Ada beberapa UKM disana. Namun, bukanya saya mau rasis tapi UKM yang paling “wah” disana adalah Lembaga Pers Mahasiswa Sepirit Mahasiswa (LPM SM). Takbir!

Sambil mengendarai Pazero Spot nanti anda akan saya ajak berkeliling ke fakultas fakultas. Lurus dari masjid juga bisa, nanti anda akan melihat gedung yang “Katanya Hits” dikalangan mahasiswa. Gedung itu sering dipakai untuk berfoto, ataupun kegiatan penting dan tidak penting lainya. Sering kali gedung ini dipakai untuk berbagai acara misalnya, Wisuda, Ospek, ataupun acara – acara yang lain. Gedung pertemuan namanya.

Kemudian, fakultas yang mau saya ceritakan terlebih dahulu adalah fakultas Ekonomi. Maaf untuk saat ini saya tidak bisa menunjukan foto gedungnya, yang bisa saya tunjukan cuma foto lahan kosong yang di uruk seperti arena motorcross. Tapi rencanya sudah ada kok, santai saja pasti berdiri kok gedungnya.

“Terus anak Ekonomi kuliah dimana?”.
“Hehehe masih numpang sama fakultas yang lain”.

Lah, yang ini fakultas Hukum. Bangunanya masih aga baru walaupun Acnya nggak terlalu adem. Ya, ada yang bilang KW juga tidak masalah. Toh, kita belinya tidak KW, mungkin cuma sedikit murah saja. Gedung ini khusus ditempati sama mahasiswa jurusan Ilmu Hukum saja.

“Sebelah kanan fakultas hukum itu fakultas keislaman. Depan ini gedung Cakra. Sedangkan bangunan itu (sebelah kiri cakra) adalah asrama mahasiswa. Biasa ditempati untuk mahasiswa yang ingin tinggal di asrama”. Ya iya lah.

Capek saya kalau membahas gedung yang ada di kampus. Saya juga malu dengan segala kekurangan yang ada. Toh, saya juga masih dalam tahap pembangunan sarana prasarana. Mending saya langsung menceritakan dosen yang ada.

Secara keseluruhan dosen yang ada disini layaknya manusia biasa. Yang memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan. Namun, ada yang berbeda dengan apa yang TV itu. sering saya melihat kalau dosen yang datang ke kelas cuma menerangkan sedikit, memberikan tugas, lalu pergi. Kalau disini natabene menggunakan sistem ceramah untuk menerangkan materi kepada mahasiswa. Tidak tahu juga apa cuma saya yang mengalami hal demikian. Entah!

Kalau mahasiswanya tidak mau kalah dengan yang lain. Walaupun dari kalangan manusia biasa tapi kritisnya minta ampun, wc kekunci ada demo. Apalagi kalau tidak ada transparansi dana pasti mahasiswa sudah berdemo kayak minta sumbangan. Kadang miris juga kalau saya yang terletas mevet dengan sawah di demo dimintai transparansi. Tidak cuma kritis pada hal itu saja. Pada hal lainya juga banyak yang tidak bisa saya sebut semua. Sedangkan untuk membuktikan seberapa kritis mahasiwa saya atau mahasiswa anda kita bisa mengadakan lomba menyanyi, atau lomba fultsal.

Selanjutnya masalah penjaga kantin. Secara keseluruhan tidak ada yang cantik ataupun ganteng seperti pada film Boy Si Anak Jalanan. Namun, orangnya baik hati, ramah, dan blablabla. Ya, ada satu lagi. Masakanya tidak ada yang tidak enak, anda bisa membuktikanya kalau anda sedang lapar laparnya.

Kemudian untuk satpam. Satpam tidak terlalu banyak. Jadi, anda bisa membuat rencana seperi pada Mission Imposible kalau anda ingin mencuri lambang kebanggaan saya. Tapi, hati hati jangan sampai anda kebacok celurit satpam ya. Hehehehe.

Selain kedua orang tidak terlalu penting itu saya akan menceritakan dua orang lagi yang tidak lebih penting dari kedua orang tadi. Yang pertama, si bapak penjual Cilok. Bapaknya keren, tidak pernah meninggalkan style kaos old School dan celana joger pantsnya, walaupun belinya di pasar dengan harga penawaran sampai titik napas penghabisan. Bapak ini sering dikerubungi sama banyak mahasiswa, cewek ataupun cowok pun nempel ke bapak ini, bukan karena baunya yang tidak enak atau karena kegantenganya. Tapi karena pada antri untuk membeli Ciloknya. Selamat mencoba! Hehehe.

Syahdan, bapak si penjual buah depan RKB. Bapak dengan motor oplet dan kesederhanaanya ini selalu datang dan pergi sesuai jadwalnya. Pagi ia sudah datang dan malam dia pergi dengan buah yang hampir seluruhnya terjual. Ketika iya pulang akan terlihat muka lusuh dan kenalpot yang memuntahkan O2, CO2, O3, H2O dan lain sebainya. Sungguh mulia bapak itu. Maksudnya?
Cukup sekian yang bisa saya sampaikan. Untuk masalah spesifikasinya bisa datang langsung ke Universitas Trunojoyo Madura. Dan nikmati segala promo yang ditawarkan. Segara hubungi nomor 097869654219 kalau anda berminat. (maksudnya?).


2 komentar:

  1. Hahaha setuju aku.
    Itu loh, wajah yang melahirkan beribu rupa yang waktu entah akan jadi apa.
    Semoga Allah memberkahi semua.
    Gerbang mewah, masjid jamil thoyyib wa parkiran adem jian.

    BalasHapus