Rabu, 03 Mei 2017

Pus Kipas Kupulus




Sebenarnya saya ingin membuat tulisan kali ini lebih sistematis. Dalam artian akan ada banyak judul dalam tulisan ini. Dimulai dari latar belakang sampai kesimpulan. Tapi, berhubung saya sendiri makhluk dengan banyak salah. Jadi, saya pikir tidak perlu membuat latar belakang masalah segala. Dilain sisi juga ngiri dengan man-teman yang tulisannya kayak begituan. Kan, kelihatan banget gitu mahasiswanya. Ah! Sudahlah, penting nanti pembaca tau apa yang saya maksudkan.

 Setelah tidak menjelaskan latar belakang dari tulisan ini. Jadi, terlebih dahulu akan saya jelaskan terkait judul diatas. Mungkin kalau pembaca hidup disekitar Universitas Trunojo Madura pasti tau Pus kipas Kupulus. Kalau tidak atau belum hidup di daerah UTM, lantas pembaca sudah mengetahuinya, mungkin pembaca sudah menyelesaikan membaca tulisan ini. Ya, langsung saja. Pus Kipas Kupulus adalah nama orang gila. Cukup!

Kembali ke tidak jadi menuliskan latar belakang. Sebenarnya, saya menuliskan tentang Pus Kipas Kupulus yaitu karena saya ingin menulis. Ya iyalah! Selain itu saya ingin melanjutkan tulisan sebelumnya, yaitu terkait UTM. Kalo tidak salah (ya benar) judulnya “Mohon dikenal! Saya UTM”. Andai kata pembaca belum tau, dapat membacanya terlebih dahulu. Oke! Kembali lagi pada (tidak jadi menuliskan) latar belakang. Pertama saya ingin menyelipkan namamu pada doaku, eh! Pus Kipas Kupulus pada tulisanku maksudnya. Kemudian saya berpikir ulang, kalau pembahasan tentang dia itu bisa lebih luas. Daripada saya selipkan (kek pembalut aja) dan kurangnya pemahaman sampai crot, jadi saya tulis sendiri dengan judul baru. Selamat membaca!
***
Belum mati sosok Pus Kipas Kupulus di wilayah Universitas Trunojoyo Madura. Mungkin untuk mempermudah penulisan namanya, bagaimana kalau kita panggil dia Pus saja? Emm, tapi kayaknya bagus juga. Ok! Kesimpulannya kita panggil dia Pus Kipas Kupulus saja.

 Nama itu baru-baru saja terdengar dikalangan Mahasiswa amis seperti saya. Sebelumnya tidak tahu Pus Kipas Kupulus di panggil siapa, yang jelas dia sudah lama hidup dan belum mati. Terlebih dia sering bergentayangan di daerah satu-satunya kampus negeri di Madura (sambil tersenyum bangga dan menyilangkan jadi metal). Hal itu bisa menjadi hiburan atau gangguan bagi siapa saja yang melihatnya.
Mungkin saya akan mendeskripsikan terlebih dahulu bagaiamana fisiknya. Sebenarnya tidak perlu susah-susah menuliskan ciri fisik kalau saya punya fotonya. Walaupun sering punya niatan untuk mengambil fotonya, entah dari media sosialnya (kalau punya) ataupun langsung dengan kamera. Sering kali sudah saya punya niatan mengambil gambarnya dengan kamera, eh, nggak tau kenapa pasti gagal. Biasanya yang terjadi dia yang tidak ada, walaupun saya sudah siap dengan kamera saya. Pernah juga mau berangkat ngopi bawa kamera, siapa tau nanti ketemu orangnya. Kemudian saya berpikir “Mungkin dia sudah mati”, jadinya tidak jadi bawa kamera. Ladalah! Sesampainya di warung dia keliatan cengar cengir dengan gigi yang tidak patut dicengirkan. Dasar luknut! Hehehe, jangan marah ya kalau saya belum menjelaskan kondisi fisiknya. Intinya dia sehat kok.

Oke! Dari segi umur sekitar umur 23 tahun. Hanya saja masih sangat terlihat muda, mungkin karena harinya yang selalu ia sambut dengan senyuman. Untuk warna kulit sih bisa kayak Bunglon, bisa hitam kalau cuaca lagi terang, bisa gelap juga kalau lagi mendung. Paling terlihat bersih kalau sedang kena efek kekuningan lampu malam hari. Udah ya untuk fisik.

Jangan kawatir kalau nanti tidak bisa berjumpa dengannya. Gampang kok untuk mengenalinya. Pertama, dia berkelamin laki-laki. Kedua, dia selalu memakai sepeda ontel dengan berbagai modifikasi, seperti memakai asesoris baling-baling kipas di bagian depan ontelnya (Kipas). Terakhir, dia sering cengar cengir sendiri, sok unyu (kayak Pus), sering ngomong sendiri sambil lalu dengan ontelnya. Kemudian suka nge-Drift dengan ontelnya (Kupulus) Seperti julukan untuk drifting pada film Fast 4 yaitu DK ( drift king). Kalau sudah dan semisal nanti anda menemuinya jangan lupa ajak dia tos dan berfoto bareng. Kemudian upload di IG kalian dengan hastag seperti berikut : #Mahasiswautm #utmhits #mahasiswautm #makhlukkesayyangantuhan.

Nah! Dari sini sidang pembaca pasti sudah mengira kalau dia orang gila beneran. Ya iyalah, masak saya bohong. Kemudian pernah saya menanyakan perihal kenapa ia gila pada teman saya. Enteng saja teman saya menjawab “Itu orang tuanya suka lihat film Bok*ep, makanya anaknya seperti itu”. Sempat nyengir dan mencoba membantah jawaban dari teman saya, yang sekaligus ia juga yang memberi nama Pus Kipas Kupulus. Tapi, belum sempat saya membantah, dia sudah ngajak ketawa duluan. Ya saya ikut tertawa lah.  
Padahal, orang seperti Pus Kipas Kupulus dimanapun ada. Bahkan jumlahnya sangat banyak. Semisal kita melirik provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2013 makhluk semacam Pus Kipas Kupulus ada 121.962. Tahun 2014 meningkat jumlah populasinya, yaitu 260.247. kemudian pada tahun berikutnya juga mengalami peningkatan, yaitu terdapat 317.504 jiwa yang terombang-ambing seperi Pus Kipas Kupulus.
Syahdan, ada yang lebih miris yaitu di Jawa Timur. Bukan masalah jumlah populasi, tapi masalah pemasungan. walaupun pada tahun 1977 dan 2014 diadakan gerakan anti pemasungan, tapi tetap saja angka pemasungan tetap tinggi. Tercatat tahun 2015 ada 602 jiwa terombang-ambing yang di pasung. Tahun 2016 mengalami peningkatan yang hampir 50% dari tahun sebelumnya. Yaitu 1200 makhluk semacam Pus Kipas Kupulus yang tidak bisa bersepeda ria.

Dua paragraf diatas itu yang tercatat. Bagaimana yang tidak? Kan, masih banyak juga yang tidak terdaftar dan tidak memiki kartu anggota. Semisal kartu anggota makhluk kesayangan Tuhan. Saya yakin kalau mereka tidak memiliki kartu tersebut. Tidak seperti saya yang memiliki Kartu Mahasiswa (apa pentingnya?). Nah, dari jumlah seabrek itu, ditambah jumlah yang tidak tercatat, mungkin sampai sekarang jumlah mereka sudah “Banyak”. Mohon maaf! Karena saya tidak bisa memberikan data yang falid. Disamping saya manusia biasa. Salahkan juga mereka yang tidak mau membuat dan mendaftarkan diri mereka di catatan sipil. Tapi, semisal Pus Kipas Kupulus mendaftarkan dirinya, kan semakin terlihat gilanya. Mmm, mungkin itu alasan para jiwa yang terombang-ambing tidak mendaftarkan dirinya di catatan sipil, yaitu biar tidak kelihatan gila.

Pada outline saya kalau paragraf ini tidak banyak kata, karena saya hanya ingin memberi tahu, kalau kelak kita akan ngiri dengan makhluk semacam Pus Kipas Kupulus.

Sebelum saya menjelaskan kenapa kelak kita akan ngiri dengan makhluk semacam Pus Kipas Kupulus. Biarkan cerita mengantar pada ending tulisan ini.
Alkisah ada anak bertanya pada ibunya ...

“Ibu tidak mau curhat sama kaka” tanya anak pada ibunya.
“Gausah lah kak, belajar dulu saja” jawab ibunya enteng.
“Kenapa bu?”
 “Ya, belum waktunya kamu mengetahui”
“Gpp, ibu curhat saja sama kaka”
“Yasudah ibu cerita”.

Akhirnya ibu tadi menceritakan segala hal kepada anaknya. Setelah seminggu dari hari itu anak tersebut berubah. Bukan menjadi super hero yang baru seperti Coro Man, Cotton Bad Man, Piteks Man ataupun Pus Kipas Kupulus Man. Tapi berubah sikapnya. Dia juga sadar bahwa seharusnya ia mendengar kata ibunya. Yaitu untuk tidak tau saja.

Hal itu hanya contoh kecil saja. Mungkin anda juga mengalami hal yang saya alami. Ada dimana masa-masa kekosongan itu datang. Masa dimana saya sadar seharusnya saya tidak mengerti apapun. Tidak perlu belajar, tidak perlu akan mengerti dunia pendidikan. Karena semakin saya tahu semakin saya terlihat bodoh dan semakin pula bertambah tanggung jawab. Kalau tanggung jawab itu tidak saya jalankan, maka berdosa lah saya. Hal seperti ini juga banyak dialami teman saya. Sebenarnya bisa dipanggil ia saudara. Ia juga sadar seharusnya ia menjadi orang yang tidak tahu saja, dalam artian menjadi orang gila.

Kenapa demikian?

Ingatkah pembaca pada sebuah cerita? Cerita dari alam utopis tentang kekurangajarannya makhluk seperti Pus Kipas Kupulus.

Alkisah pembantu Tuhan sedang menimbang amal perbuatan dari manusia ...

“Kok lama sekali sih (kedaan bingung, anatara ia masuk surga atau neraka)?
“Kan perbuatanmu banyak” jawab enteng pembantu Tuhan.

Tiba-tiba ada orang yang langsung berjalan melewati portal penimbangan. Panggil saja ia si Sableng. Ceritanya ia mau langsung masuk ke Surga tanpa melewati timbangan. Sontak pembantu Tuhan meneriakinya.

“He! Sopo kowe cuks (siap kamu)? Kok berani lewat portal tidak pakai di timbang perbuatanmu. Pasti kau manusia yang luknut. Disini saja kau berani kurangajar, apalagi di dunia. Kamu luknut kan?
“Dulu saya orang gila” jawab Sableng enteng.
“Owalah, yaudah langsung masuk saja”.
“Loh! Dia kok enak banget?” Tanya peserta lain yang masih dalam proses penimbangan.
“Lah, kalau seperti dia, apa yang mau di timbang?” timbal pembantu Tuhan.
“Duh Gusti! Kenapa dulu Engkau tidak jadikan aku menjadi orang semacam ia saja” keluhnya.

Lantas semua orang yang ada dalam antrian juga berkeluh kesah demikian. Sambil mengucapkan kalimat yang sama dengan hati yang sangat kecewa.

9 komentar:

  1. Bagus, masih banyak typo.
    Berubung (tidak baku), dilain -> di lain, tau-> tahu, asesoris-> aksesoris, diatas -> di atas. Yang lain petanono dewe.
    Eh, ada hal yg kurang, opo sih istimewane Pus, selain suka shodaqoh senyum? Bagi-bagi permen, kopi, jajanan, rokok atau apa? Lagian opo penting e tahu dia?
    Ngiri?
    Duh! Manusia yang berakal budi juga bisa masuk surga lebih mudah dari kapulus, mulia di dunia dan mudah di akhirat. Aduh wes lah mbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaghfirullahaladzim. yakin orang yang berakal budi seperti anda bisa masuk surga lebih mudah? hahaha
      yakin orang yang suka menyalahkan orang lain dengan mudah bisa masuk surga lebih mudah dari PKK?
      yakin orang tidak bisa menjaga mulut dan tanganya untuk tidak melukai sesamanya bisa masuk surga lebih mudah?
      yakin dengan kodrat manusia yang tak luput dari lupa dan salah bisa masuk surga lebih mudah dari PKK?
      yakin? Yasudah silahkan masuk surga. hahahahahahaha

      Hapus
  2. Keren ja, aku jadi iri, ndak iri nng pus tpi nng saman hehehehe, terus aku jadi penasaran isi cerita yg di ceritakan oleh ibu ke anaknya, sampek2 dia bisa berubah hehehehe bisa di critani kan ja? Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahaha jare wong jowo "Wong iku saling sinang sinawang" arti karo maksud kata" iku kanggo njawab pertanyaanmu iku seng marakno aku bingung. hahaha dilain sisi aku males ngetik akeh-akeh. opomaneh hanya sebatas mbales komenanmu seng lumayan penting bagiku blogku. wkwkwkwk
      namun, aku mek pe ngomong nek ngiri iku dosa loh ya. hahaha
      lantas yaopo nanggepi iri ben gak duso? yo gampang wae, kata-katane wae rubah. semisal "Ja, tulisanmu keren. gara-gara tulisanmu tumbuh motivasi dalam diri ben iso rodok nulis koyo awakmu. wkwkwkwkwk
      (perasaan aku akeh ngomong)

      Hapus
  3. km nyeritain saudaramu kembarmu ta? wkwkwk
    but, seperti biasa, menarik selalu. tapi km nyeritain kembaranmu itu terlalu dramatis-sumpah saya gak tau kata yang pas buat itu, cuma terlalu... apa ya abaikan. pake kata dramatis aja.-di awal paragraf. iya saya tau, km deket banget sama kembaranmu itu, jadi saya maklumin aja lah. wkwkwk

    BalasHapus
  4. Awalnya saya baca kudulny, hati saya langsung tergugah dan penasaran melihat dan membaca judul yg sebegitu anehnya, pus meong, eh pus kapalan, eh piye to ja, pus kipas kupuliskan kenangan ttg cara ku menemukan dirimu *nyanyi, iyo iku lah pokok e ja, intine aku moco iku gara2 aku penasaran karo judulmu, yg sebenarnya isinya just someone people crazy, so nek iso gawe judul seng aneh mane ja, ben aku moco mane lan tambah akeh seng moco dari kaum khalayak, soale jujur gek pertama iki aku moco your writing until finis, biasane mah ndak pernah atuh ane baca2 kek ginian, wkwkwk sepurane ja spam, :v gutlak

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk aku bingung ape mbalesi komenmu koyo pie. :D
      dadine aku yo gak pe ngomong dowo-dowo, hanya saja (kok berubah bahasane) terkait judul iku memang menentukan tergugah atau tidak untuk membacanya. tap sem, iku kan memang asli gelar seng disandang someone kui. terus, seng tak harapno bukane dari judul atau isi tulisanku, tapi lebih ke seberapa makna seng iso diambil teko Pus Kipas Kupulus. walaupun engko mesti enek multitafsir. Takbir!

      Hapus
    2. tapi suwun masukane, sem. :)

      Hapus