Boleh
dibilang teknik Milky Way (mw)
fotografi gampang-gampang manja. Dalam teknik foto ini faktor brainware tidak terlalu rumit. Sehingga cukup
mudah menguasai teknik ini jika sudah mengetahui rahasia-rahasianya.
Dalam kesempatan
kali ini akan kita bahas tuntas setingan kamera, teknik pengambilan gambar,
waktu, peralatan penunjang, tidak abal-abal, dan sedikit kita ulas memoles
hasil awal dari kamera.
Mw fotografi
bisa dikategorikan dalam bidang foto landscape,
astro, night, dan long exposure. Kendati
demikian, sebenarnya tekniknya sangat mudah. Jadi, saya yakin setelah ini anda
bisa langsung mempraktikannya.
Pengaturan Kamera
Karena foto
ini bisa dilakukan ketika malam hari, maka pengaturan kamera diatur untuk
pencahayaan lama (long exposure), bagaimana caranya agar tidak noise. Jika anda
memakai kamera dan lensa bawaan pabrik, entah itu 18 sampai 55mm pada kamera
dslr, atau 15 sampai 45mm pada mirrorless, maka ikutilah saran saya. Biasanya,
karena sama memakai lensa kit (18 – 55), maka saya menggunakan pengaturan
sebagai berikut: iso 100, shutter speed
30 detik, aperture 3.5 sampai 4.5,
dan picture style memakai landscape karena jika memakai monochrome, maka hasil kurang bagus. Juga;
karena mw masuk dalam kategori landscape,
maka gunakan focal leght diangka
terkecil dari lensa anda, karena jaungkaun lebar lensa berpengaruh terhadap
ketajam gambar tidak hanya pada satu atau dua objek saja.
Teknik dan Peralatan Penunjang
Mw fotografi
juga masuk dalam ketegori long exposure,
rata-rata proses merekam gambar oleh sensor 25 sampai 30 detik. Jadi, tripod
sangat dibutuhkan. Jika anda ingin menggunakan media lain sebagai tripod tidak
ada masalah, asalkan setelah anda menekan tombol shutter kamera tidak goyang. Dan untuk menghindari goyangan pada
kamera yang bisa berakibat gambar blur, maka gunakan timer setidaknya 2 detik, lebih baik lagi 10 detik, karena banyak
kasus setelah tangan lepas dari kamera tapi kamera masih goyang.
Fungsi lain
dari tripod adalah untuk mengatisipasi medan yang tidak rata jika kita menggunakan
media lain. Berdasarkan pengalaman, banyak dari teman-teman menggunakan tripod
yang low angel yang biasanya
digunakan untuk penggemar landscape
photography. Namun, jika anda memiliki low
budget, maka anda tidak perlu bingung. Saya punya tips mengganti low angel tripod dengan karung kecil dan
beras. Bingung? Ya, alasan dasar low
angel diperlukan karena kita akan memotret objek yang jauh diatas kita,
sedangkan tripod biasa jangkauannya kurang keatas, sehingga hasil akan kurang
maksimal. Kaitannya dengan karung kecil dan beras adalah media alternatif
pengganti tripod. Caranya cukup mudah, dengan memasukan beras pada karung
kemudian mengikatnya. Walaupun terlihat murah dank ere hore, namun cukup
efisien karena bentuk karung yang berisi beras tersebut akan mengikuti medan
yang tidak rata, kamera yang kita taruh diatasnya juga bisa kita atur sesuka
hati agar lebih prespektif.
Selain tripod,
lensa sebenarnya juga sangat berpengaruh karena dalam teknik ini hasil foto
akan lebih ciamik jika menggunakan lensa wide
angel, entah itu 10 – 18mm, 11 – 16mm, 11 – 20mm, 24mm, dan lain
sebagainya. Namun, perlu diingat, lensa dibawah 10mm tidak masuk dalam kategori
wide angel, tapi sudah masuk dalam kategori
fish eye, ya. Seperti 9mm, 8mm, atau
6mm, ya, hasilnya seperti setengah lingkaran, tapi jika anda suka tidak ada
masalah karena lensa tersebut bisa digunakan. Tetapi apa daya, jika anda hanya
memiliki lensa bawaan pabrik, maka makmisalkan yang ada dan jangan minder.
Selain itu,
kita juga butuh aplikasi untuk mengetahui letak jalur mw. Dalam hal ini yang
biasanya saya pakai adalah Star Walk, anda bisa menngunduhnya dimana saja
sesuka hati anda. untuk aplikasi selain di hp juga banyak, tapi kebetulan saya
memakai di hp, alasan sederhana karena tidak mau terlalu ribet.
Waktu yang Pas
Waktu yang
pas untuk mengambil mw adalah sehari setelah bulan purnama, karena peredarannya
cukup lambat, sehingga cahaya bulan tidak menutupi jalur mw, jika anda paksakan
mengambil mw saat bulan sedang terang terangnya, bisa dipastikan foto anda akan
noise dan mw tidak tampak.
Dan pastikan
bahwa penerangan disekitar anda sangat minim, sehingga noise bukan lagi
masalah. Karena posisinya cahaya yang akan direkam oleh sensor kamera anda
adalah pertama dari cahaya lingkungan sekitar, kedua dari bulan, dan ketida
baru dari mw sendiri. Maka untuk mendapatkan hasil mw yang maksimal cari tempat
yang gelap pakai banget dan posisi bulan sedang dalam peralihan kembali ke
sabit.
Agar Tidak Abal-abal
Nah, untuk
hal bisa dibilang sering dilupakan banyak orang. Kebanyakan hanya terfokus pada
jalur mw nya saja, padahal dalam kaidah landscape
kita harus menempatkan Point Of Interes
(POI) pada frame kita. Kaidah ini sudah cukup lama dipakai, bahkan sejak
belum ada kamera, tepatnya kaidah rule oh
third pada lukisan-lukisan zaman dulu.
Jadi,
setelah anda menemukan jalur mw, maka tentukan POInya, entah itu pohon atau
orang. Hal ini akan memperciamik hasilnya.
Edit dan Memoles
Tahap ini juga
diperlukan untuk mengatur shadows,
highlights, contrast, ambiance, warmth, hue, black dan white, yang intinya untuk memperciamik foto anda. Entah anda
menggunakan alikasi pada hp seperti Snapseed, Photoshop Express, dan Lightroom,
ataupun malah anda menguasai selektif pada Photoshoop pc akan lebih membantu
anda dalam memperbaiki hasil jepretan anda.
Kesimpulan
Cari waktu
dan tempat yang pas, tidak lupa memeriksa keberadaan jalur mw dengan aplikasi,
atur kamera, gunakan tripod, dan tentukan POInya. Selamat mencoba, dan nikmati
kegagalan-kegagalan awal yang akan mewarnai anda.
0 komentar:
Posting Komentar