Selasa, 20 November 2018

Panduan Mudah Milky Way Fotografi

Boleh dibilang teknik Milky Way (mw) fotografi gampang-gampang manja. Dalam teknik foto ini faktor brainware tidak terlalu rumit. Sehingga cukup mudah menguasai teknik ini jika sudah mengetahui rahasia-rahasianya.

Dalam kesempatan kali ini akan kita bahas tuntas setingan kamera, teknik pengambilan gambar, waktu, peralatan penunjang, tidak abal-abal, dan sedikit kita ulas memoles hasil awal dari kamera.

Mw fotografi bisa dikategorikan dalam bidang foto landscape, astro, night, dan long exposure. Kendati demikian, sebenarnya tekniknya sangat mudah. Jadi, saya yakin setelah ini anda bisa langsung mempraktikannya.

Pengaturan Kamera

Karena foto ini bisa dilakukan ketika malam hari, maka pengaturan kamera diatur untuk pencahayaan lama (long exposure), bagaimana caranya agar tidak noise. Jika anda memakai kamera dan lensa bawaan pabrik, entah itu 18 sampai 55mm pada kamera dslr, atau 15 sampai 45mm pada mirrorless, maka ikutilah saran saya. Biasanya, karena sama memakai lensa kit (18 – 55), maka saya menggunakan pengaturan sebagai berikut: iso 100, shutter speed 30 detik, aperture 3.5 sampai 4.5, dan picture style memakai landscape karena jika memakai monochrome, maka hasil kurang bagus. Juga; karena mw masuk dalam kategori landscape, maka gunakan focal leght diangka terkecil dari lensa anda, karena jaungkaun lebar lensa berpengaruh terhadap ketajam gambar tidak hanya pada satu atau dua objek saja.

Teknik dan Peralatan Penunjang

Mw fotografi juga masuk dalam ketegori long exposure, rata-rata proses merekam gambar oleh sensor 25 sampai 30 detik. Jadi, tripod sangat dibutuhkan. Jika anda ingin menggunakan media lain sebagai tripod tidak ada masalah, asalkan setelah anda menekan tombol shutter kamera tidak goyang. Dan untuk menghindari goyangan pada kamera yang bisa berakibat gambar blur, maka gunakan timer setidaknya 2 detik, lebih baik lagi 10 detik, karena banyak kasus setelah tangan lepas dari kamera tapi kamera masih goyang.

Fungsi lain dari tripod adalah untuk mengatisipasi medan yang tidak rata jika kita menggunakan media lain. Berdasarkan pengalaman, banyak dari teman-teman menggunakan tripod yang low angel yang biasanya digunakan untuk penggemar landscape photography. Namun, jika anda memiliki low budget, maka anda tidak perlu bingung. Saya punya tips mengganti low angel tripod dengan karung kecil dan beras. Bingung? Ya, alasan dasar low angel diperlukan karena kita akan memotret objek yang jauh diatas kita, sedangkan tripod biasa jangkauannya kurang keatas, sehingga hasil akan kurang maksimal. Kaitannya dengan karung kecil dan beras adalah media alternatif pengganti tripod. Caranya cukup mudah, dengan memasukan beras pada karung kemudian mengikatnya. Walaupun terlihat murah dank ere hore, namun cukup efisien karena bentuk karung yang berisi beras tersebut akan mengikuti medan yang tidak rata, kamera yang kita taruh diatasnya juga bisa kita atur sesuka hati agar lebih prespektif.

Selain tripod, lensa sebenarnya juga sangat berpengaruh karena dalam teknik ini hasil foto akan lebih ciamik jika menggunakan lensa wide angel, entah itu 10 – 18mm, 11 – 16mm, 11 – 20mm, 24mm, dan lain sebagainya. Namun, perlu diingat, lensa dibawah 10mm tidak masuk dalam kategori wide angel, tapi sudah masuk dalam kategori fish eye, ya. Seperti 9mm, 8mm, atau 6mm, ya, hasilnya seperti setengah lingkaran, tapi jika anda suka tidak ada masalah karena lensa tersebut bisa digunakan. Tetapi apa daya, jika anda hanya memiliki lensa bawaan pabrik, maka makmisalkan yang ada dan jangan minder.

Selain itu, kita juga butuh aplikasi untuk mengetahui letak jalur mw. Dalam hal ini yang biasanya saya pakai adalah Star Walk, anda bisa menngunduhnya dimana saja sesuka hati anda. untuk aplikasi selain di hp juga banyak, tapi kebetulan saya memakai di hp, alasan sederhana karena tidak mau terlalu ribet.

Waktu yang Pas

Waktu yang pas untuk mengambil mw adalah sehari setelah bulan purnama, karena peredarannya cukup lambat, sehingga cahaya bulan tidak menutupi jalur mw, jika anda paksakan mengambil mw saat bulan sedang terang terangnya, bisa dipastikan foto anda akan noise dan mw tidak tampak.
Dan pastikan bahwa penerangan disekitar anda sangat minim, sehingga noise bukan lagi masalah. Karena posisinya cahaya yang akan direkam oleh sensor kamera anda adalah pertama dari cahaya lingkungan sekitar, kedua dari bulan, dan ketida baru dari mw sendiri. Maka untuk mendapatkan hasil mw yang maksimal cari tempat yang gelap pakai banget dan posisi bulan sedang dalam peralihan kembali ke sabit.

Agar Tidak Abal-abal

Nah, untuk hal bisa dibilang sering dilupakan banyak orang. Kebanyakan hanya terfokus pada jalur mw nya saja, padahal dalam kaidah landscape kita harus menempatkan Point Of Interes (POI) pada frame kita. Kaidah ini sudah cukup lama dipakai, bahkan sejak belum ada kamera, tepatnya kaidah rule oh third pada lukisan-lukisan zaman dulu.
Jadi, setelah anda menemukan jalur mw, maka tentukan POInya, entah itu pohon atau orang. Hal ini akan memperciamik hasilnya.

Edit dan Memoles

Tahap ini juga diperlukan untuk mengatur shadows, highlights, contrast, ambiance, warmth, hue, black dan white, yang intinya untuk memperciamik foto anda. Entah anda menggunakan alikasi pada hp seperti Snapseed, Photoshop Express, dan Lightroom, ataupun malah anda menguasai selektif pada Photoshoop pc akan lebih membantu anda dalam memperbaiki hasil jepretan anda.

Kesimpulan

Cari waktu dan tempat yang pas, tidak lupa memeriksa keberadaan jalur mw dengan aplikasi, atur kamera, gunakan tripod, dan tentukan POInya. Selamat mencoba, dan nikmati kegagalan-kegagalan awal yang akan mewarnai anda.


Jika tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan ke teman kalian, agar semua tahu bagaimana cara mw fotografi. Dan jika kurang jelas, maka anda bisa DM ke @lensajamban. 

0 komentar:

Posting Komentar